Tampilkan postingan dengan label PKK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PKK. Tampilkan semua postingan

MEMAHAMI SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHAWAN

MEMAHAMI SIKAP DAN PERILAKU WIRAUSAHAWAN
 Pengertian Kewirausahaan

     Wirausaha menurut asal katanya terdiri atas kata wira dan usahaWira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu.

Pengertian wirausaha menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru,menyusun kegiatan untuk mengadakan produk baru, mengatur permodalan operasinya serta memasarkannya.
Kata Wiraswasta berasal dari gabungan wira-swa-sta dalam Bahasa sanksekerta. Wira berarti utama, berani, teladan, swa berarti sendiri, mandiri, sta berarti berdiri; swasta berarti “berdiri di atas kaki sendiri”.
Kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa, dan kemampuan untuk menciptakan suatu hal yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak, dan kemampuan untuk mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses atau meningkatkan pendapatan.
2.     Ciri-ciri Wirausahawan
·     Fokus yang terkendali
·     Berenergi yang tinggi
·     Kebutuhan akan prestasi
·     Bertoleransi terhadap keraguan
·     Percaya diri
·     Berorientasi terhadap tindakan
3.  Karakteristik Kewirausahaan
1. Inisiatif
Seorang wirausaha harus mempunyai inisiatif, yaitu prakarsa atau ikhtiar dalam membuka peluang atau membangun kegiatan yang berguna bagi dirinya dan orang lain.
2. Disiplin
Dalam menjalankan kehidupan dan kegiatan usahanya, wirausahawan dituntut untuk memiliki kedisiplinan. Kedislipinan harus diterapkan dalam berbagai hal, sesuai dengan usaha yang sedang dijalankan.
3. Komitmen Tinggi
Untuk mendukung tercapainya keberhasilan usaha, wirausaha harus mempunyai komitmen yang tinggi terhadap jegiatan usaha yang dijalankannya.
4. Jujur
Sifat jujur adalah perilaku utama yang harus ditonjolkan wirausaha untuk membangun kepercayaan (kredibilitas) dari semua pihak antara lain mitra kerja, kreditor, dan pelanggan.
5. Kreatif dan Inovatif
Wirausaha harus mempunyai kreativitas (daya cipta) yang relatif tinggi, intuisi yang kuat, wawasan yang luas, prakarsa/inisiatif yang relatif tinggi, sehingga mampu menjadi pribadi yang inovatif.
6. Mandiri dan Realistis
Wirausaha harus memiliki sikap hidup mandiri, dinamis, dan dapat memandang kehidupan serta perkembangan bisnis secara realistis. Ia harus memiliki jiwa kepemimpinan dan sikap yang pantang menyerah.
Dengan karakteristik seperti yang diungkapkan diatas, maka seorang wirausaha biasanya mempunyai kemampuan tertentu, antara lain:
• Kemampuan dalam membuka, mencari, menciptakan, dan menggunakan peluang.
• Kemampuan untuk menemukan sesuatu yang baru.
• Kemampuan untuk menyatukan faktor-faktor produksi atau mengorganisasikan perusahaan secara efektif dan efisien
• Kemampuan dalam beradaptasi dengan lingkungan bisnis, masyarakat, dan pemerintah
• Kemampuan dalam mengambil keputusan dan meminimalkan risiko
• Kemampuan memanfaatkan fasilitas dan teknologi yang ada
• Kemampuan untuk bersaing dengan pihak lain
Untuk menjadi seorang wirausahawan, diperlukan dukungan dari orang lain yang berhubungan dengan bisnis yang kita kelola. Seorang wirausaha harus mau menghadapi tantangan dan resiko yang ada. Resiko dijadikan sebagai pemacu untuk maju, dengan adanya resiko, seorang wirausaha akan semakin maju.
Menurut Murphy dan Peek yang diterjemahkan dalam bukunya oleh Bukhari Alam, ada delapan anak tangga yang meliputi keberhasilan seorang wirausaha dalam
mengembangkan profesinya, yaitu:
a. Kerja keras
  Kerja keras merupakan modal keberhasilan seorang wirausaha. Setiap pengusaha yang sukses     menempuh kerja keras yang sungguh – sungguh dalam usahanya.
b. Kerjasama dengan orang lain
Kerjasama dengan orang lain dapat diwujudkan dalam lingkungan pergaulan sebagai langkah pertama untuk mengembangkan usaha. SEorang wirausaha harus murah hati, mudah bergaul, ramah dan disenangi masyarakat dan menghindari perbuatan yang merugikan orang lain.
c. Penampilan yang baik
Penampilan yang baik ditekankan pada penampilan perilaku yang jujur dan disiplin
Seorang wirausaha harus dapat yakin kepada diri sendiri, yaitu keyakinan untuk maju dan dilandasi ketekunan serta kesabaran.
e. Pandai membuat keputusan
Seorang wirausaha harus dapat membuat keputusan. Jika dihadapkan pada alternative sulit, dengan cara pertimbangan yang matang, jangan ragu – ragu dalam mengambil keputusan yang baik sesuai dengan keyakinan.
f. Mau menambah Ilmu pengetahuan
Dengan menambah ilmu pengetahuan, terutama di bidang usaha, diharapkan seorang wirausaha dapat mendukung kemampuan dan kemajuan dalam usaha.
g. Ambisi untuk maju
Tanpa ambisi yang kuat, seorang wirausaha tidak akan dapat mencapai keberhasilan. Ambisi yang kuat, harus diimbangi dengan usaha yang keras dan disiplin diri yang baik.
h. Pandai berkomunikasi
Seorang wirausaha harus dapat menarik orang lain dengan tutur kata yang baik, sopan, jujur dan percaya diri. Dengan demikian akan memberi kesan kepada orang lain menjadi tertarik daan orang akan percaya dengan apa yang disampaikan.
2. KEGAGALAN WIRAUSAHAWAN
Penyebab kegagalan dalam usaha pada umumnya disebabkan oleh 4 faktor utama, antara lain:
1. Kurangnya dana untuk modal
2. Kurangnya pengalaman dalam bidang bisnis
3. Tidak adanya perencanaan yang tepat dan matang
4. Tidak cocoknya minat terhadap bidang usaha yang sedang digeluitinya.
Menurut Alex S. Niti Semito, kegagalan wirausahawan dalam menjalankan bisnisnya
terbagi menjadi dua, yaitu :
1. Kegagalan yang dapat dihindarkan
Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi, karena pengusaha dapat menghindari dan dapat diantisipasi sebelumnya.
Misal: salah mengelola perusahaan, tidak ada rencana yang matang, pelayanan yang kurang baik, dll
2. Kegagalan yang tidak dapat dihindarkan
Yaitu kegagalan yang sulit atau hamper tidak dapat dihindari seperti bencana alam,
peperangan, kebakaran, kecelakaan.
Sebab-sebab kegagalan dalam menjalankan usaha:
• Kurang ulet dan cepat putus asa
• Kurang tekun dan kurang teliti
• Tidak jujur dan kurang cekatan
• Kekeliruan dalam memilih lapangan usaha
• Kurang inisiatif dan kurang kreatif
• Memulai usaha tanpa pengalaman dengan modal pinjaman
• Mengambil kredit tanpa pertimbangan yang matang
• Kurang dapat menyesuaikan dengan selera konsumen
• Pelayanan yang kurang baik
• Banyaknya piutang ragu – ragu
• Banyaknya pemborosan dan penyimpangan
• Kekeliruan menghitung harga pokok
• Menyamakan perusahaan sebagai badan social
• Sulit memisahkan antara harta pribadi dengan harta perusahaan
• Kemacetan yang sering terjadi
• Kurangnya pengawasan
A. Pengertian Kerja Prestatif
Prestasi adalah hasil yang dicapai dari sesuatu yag telah dilakukan atau dikerjakan. Arti prestatif adalah berprestasi atau ukuranb keberhasilan. Jadi, kerja prestatif dapat diartikan sebagai kerja yang berprestasi.Presatasi yang baik biasanya dapat dicapai oleh seseorang yang menerapkan perilaku kerja prestatif, yaitu seseorang yang selalu ingi mencapai kemajuan bagi dirinya maupun lingkungannya melalui kerja keras.
Kerja keras (work hard) harus diwarnai oleh sikap yang baik dalam bekerja, seperti :
1. Bekerja dengan didasarkan pada kecerdasan dan imajinasi (work with head)
2. Bekerja dengan sepunuh hati (work with heart)
3. Bekerja dengan jujur (work with honest)
4. Bekerja dengan menghargai (work with honour)
5. Bekerja dengan rammah (work with hospitaly)
B. Tujuan Kerja Prestatif 
Tujuan dari kerja prestatif ialah untuk mendukung pencapaian tujuan utama usaha yang dibangun oleh seseorang atau organisasiperusahaan dalam menjalankan fungsinya susuai dengan visi (wawasan dan tujuan masa depan), misi (pelaksanaan tugas) dan tujuan strategisnya.
C. Manfaat perilaku kerja prestatif bagi para wirausahawan terhadap usahanya dan pembangunan bangsa sebagai berikut:
a. Meningkatkan kelancaran proses produksi, distribusi, dan konsumsi.
b. Meningkatkan sikap tanggap terhadap perubahann usaha.
c. Meningkatkan prestasi kerja lebih efektif dan efisien di dalam mengelola usahanya.
d. Meningkatkan prestasi kerja lebih kreatif, inovatif, dan fleksibel.
e. Meningkatkan prestasi kerja secara maksimal dalam usahanya.
f. Meningkatkan kerja keras dan menemukan pemecahan masalah usahanya.
g. Meningkatkan kerja dengan penuh perhatian dan bertanggung jawab.
h. Mendorong untuk mencapai keberhasilan di dalam usahanya.
i. Meningkatkan produktivitas dalam organisasi perusahaan.
j. Meningkatkan komitmen tinggi terhadap pekerjaanya.
Secara umum, yang dimaksud dengan prinsip kerja prestatif adalah bagaimana seseorang menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan memotivasi dirinya untuk mencapai hasil kerja yang sebaik –baiknya.
E. Cara Mencapai Kerja Prestatif 
Untuk mencapai kerja prestatif tersebut, seseorang harus :
1. Mempunyai kekuatan untuk menciptakan kegiatan
2. Mempunyai Pemahaman tujuan pekerjaan
3. Mmepunyai kemampuan/keterampilan untukn mengemban tugas
4. Mempunyai motivasi diri untuk bekerja dengan baik
5. Mempunyai intergritas dan loyalitas
6. Mempunyai ketahanan diri terhadap tekanan psikologis dari beban tiap pekerjaan
7. Mempunyai sikap mudah bekerja sama dengan orang lain 8. Mempunyai rasa tanggung jawab terhadap penyelesaian
6. Perilaku kerja prestatif ( selalu ingin maju ) meliputi;
a. Kerja keras
b. kerja mawas>< emosional
c. kerja cerdas
d. kerja tuntas
e. kerja ikhlas
PERILAKU KERJA PRESTATIF
Jenis dan perilaku kerja prestatif yang harus diperhatikan oleh para wirausaha untuk mencapai keberhasilan di dalam mengelola usahanya atau bisnisnya antara lain meliputi hal-hal berikut ini:
1. Kerja Ikhlas
Kerja ikhlas adalah bekerja dengan bersungguh-sungguh, dapat menghasilkan sesuatu yang baik dan dilandasi dengan hati yang tulus. Contoh: Seorang buruh tani yang bekerja dengan upah yang pas-pasan, namun tetap bekerja dengan baik melaksanakan pekerjaan dengan tulus dan semata-mata merupakan pengabdian kepada pekerjaannya yang menghasilkan uang untuk keperluan hidup keluarga.
2. Kerja Mawas Terhadap Emosional
Kerja mawas terhadap emosional adalah bekerja dengan tidak terpengaruh oleh perasaan/kemarahan yang sedang melanda jiwanya. Seorang pemilik perusahaan, di rumah mempunyai masalah dengan keluarganya. Di perusahaannya, ada pegawainya yang melakukan kesalahan. Maka sebagai pemimpin atau pemilik usaha harus dapat membedakan masalah pribadi dengan masalah pekerjaan. Cara pemecahan masalahnya harus tetap rasional dan tidak emosional.
3. Kerja Cerdas
Kerja cerdas adalah bahwa di dalam bekerja harus pandai memperhitungkan resiko, mampu melihat peluang dan dapat mencari solusi sehingga dapat mencapai keuntungan yang diharapkan.
Perilaku/sikap cerdas dalam melakukan pekerjaannya menggunakan teknologi yang tepat, menggunakan konsep hitung menghitung, memakai atau menggunakan bahasa global, pandai berkomunikasi dan pandai pula mengelola informasi.
Kerja keras adalah dalam bekerja kita harus mempunyai sifat mampu kerja atau gila kerja untuk mencapai sasaran yang ingin dicapai. Mereka dapat memanfaatkan waktu yang optimal sehingga kadang-kadang tidak mengenal waktu, jarak serta kesulitan yang dihadapi. Dalam bekerja mereka penuh semangat dan berusaha keras untuk meraih hasil yang baik dan maksimal.
5. Kerja Tuntas
Kerja tuntas adalah di dalam bekerja mampu mengorganisasikan bagian usaha secara terpadu dari awal sampai akhir untuk dapat menghasilkan usaha sampai selesai dengan mak
6 Ciri-ciri seorang wirausahawan menurut Geoffrey g. Meredith yaitu : 
1. Percaya diri adalah situ paduan sikap dan keyakinan seseorang dalam memulai, melakukan, dan menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan yang di hadapi. Memiliki nilau keyakinan, optimisme, individualisme dan ketidak ketergantungan.
2. Berorientasi pada tugas dan hasil. Wirausahawan adalah yang selalu mengutamakan tugas dan hasil. Slalu mengutamakan prestasi, berorientasi pada laba, ketekunan dan ketabahan, tekat kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energit, serta beriniaiatif. Slalu mendahulukan hasil kerja atau prestasi, tidak malu atau tidak gengsi melakukan pekerjaan. Saat berprestasi tuadak pernah puas dengan hasil, sehingga usahanya semakin maju dan berkembang.
3. Berani mengambil resiko. Setiap wirausahawan memiliki kemauan untuk mengambil resiko karena ingin menjadi pemenang tetapi dengan jalan atau cara yang baik. Dan tidak takut mengambil resiko yang besar karena mereka telah mempertimbangkan atau memperhitungkan akan berhasil dalam mengatasi resiko itu. Wirausaha lebih menyukai usaha yang lebih menantang untuk mencapai kesuksesan.
4. Memiliki jiwa kepemimpinan. Wirausahawan dituntut memiliki sifat kepemimpinan, kepeloporan, dan keteladanan. Dengan menggunakan kemampuan kreativitas dan jnovasi, mereka selalu menampilkan barang dan jasa jasa yang dihasilkannya dengan lebih cepat, lebih dahulu daripada pasar. Slalu menyesuaikan diri dengan organisasi yang dipimpinnya, berpikir terbuka dengan mau mendengar kritik dan saran dari bawahannya. Dan bersifat responsif terhadap masalah masalah yang dihadapi.
5. Berorientasi pada masa depan. Wirausahawan yang berorientasi pada masa depan adalah orang yang memiliki perspektif dan pandangan pada masa depan. Mereka tidak cepat puas dengan keadaan sekarang dan terus menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda slalu tau cara mengembangkan bidang usahanya dimasa depan agar kontinuitasnya tetap terjaga.

6. Keorisinilan. Wirausahawan tidak pernah mau mengekor atau mengikuti pada keberhasilan orang lain, justru menemukan sesuatu yang baru. Mereka selalu kreatif dan inovatif serta mampu mewujudkan ide ide yang muncul.

KD 3.19. Perkembangan Usaha

KD 3.19. Perkembangan Usaha
Kompetensi Dasar 
3.19.    Menilai perkembangan usaha
4.19.    Membuat bagan perkembangan usaha
Indikator 
3.19.1.  Menjelaskan Model pengembangan Usaha
3.19.2.  Mengidentifikasi Rencana Pengembangan Usaha
3.19.3.  Menganalisis Perkembangan usaha
4.19.1.  Membuat rencana Pengembangan Usaha
Materi Pokok 
Indikator Keberhasilan Usaha 
Berikut merupakan indikator-indikator keberhasilan dari suatu usaha menurut pakar :  Kemampuan menyesuaikan diri, produktifitas, kepuasan kerja, kemampuan  mendapatkan laba dan pencarian sumber daya (Steers, 1978). 
Suranti (2006:46), berpendapat bahwa indikator keberhasilan usaha dapan dinilai melalui 3 (tiga) pendekatan yaitu : 
  1. Pendekatan pencapaian tujuan menyebutkan bahwa keberhasilan usaha harus dinilai sehubungan dengan pencapaian tujuan yaitu mendapatkan laba atau keuntungan yang merupakan selisih antara harga jual dengan biaya produksi. 
  2. Pendekatan sistem mengatakan bahwa keberhasilan usaha dinilai cara yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan akhir yaitu bagaimana hubungan antar individu dalam unit usaha dapat bekerjasama dan koordinasi sehingga tercipta kondisi kerja yang kondusif. 
  3. Pendekatan konstituensi strategis menyatakan bahwa keberhasilan usaha dinilai dari hubungan baik dengan mitra kerja yang menjadi pendukung kelanjutan unit usaha. Kotler (1997:58) menyebut bahwa yang termasuk mitra usaha/pihak yang berkepentingan antara lain pelanggan, karyawan, dan Pemasok. Keberhasilan usaha adalah permodalan sudah terpenuhi, penyaluran yang produktif dan tercapainya tujuan organisasi (Ina Primiana, 2009). Keberhasilan usaha dapat dilihat dari efisiensi proses produksi yang dikelompokkan berdasarkan efisiensi secara teknis dan efisiensi secara ekonomis (Algifari, 2003). Apabila setelah jangka waktu tertentu usaha tersebut mengalami peningkatan baik dalam permodalan, skala usaha, hasil atau laba, jenis usaha atau pengelolaan” (Erliah, 2007). 
Indikator keberhasilan usaha menurut Dwi Riyanti (2003), dapat dilihat dari : 
  1. Peningkatan dalam akumulasi modal atau peningkatan modal
  2. Jumlah produksi 
  3. Jumlah pelanggan 
  4. Perluasan usaha 
  5. Perluasan daerah pemasaran 
  6. Perbaikan sarana fisik dan 
  7. Pendapatan usaha 
Indikator keberhasilan usaha menurut Suryana (2003), terdiri dari : 
  1. Modal 
  2. Pendapatan 
  3. Volume Penjualan 
  4. Output produksi 
  5. Tenaga Kerja 
  6. Konsep Keberhasilan Usaha 
Definisi Keberhasilan Usaha 
Menurut Suyanto (2010), keberhasilan usaha industri kecil di pengaruhi oleh berbagai faktor. Kinerja usaha perusahaan merupakan salah satu tujuan dari setiap pengusaha. Kinerja usaha industri kecil dapat diartikan sebagai tingkat keberhasilan dalam pencapaian maksud atau tujuan yang diharapkan. Sebagai ukuran keberhasilan usaha suatu perusahaan dapat dilihat dari berbagai aspek, seperti :  kinerja keuangan danimage perusahaan. Menurut Glancey dalam Sony Heru  Priyanto (2009), Wirausaha yang memiliki kemampuan mengambil keputusan yang superior akan dapat meningkatkan performansi usaha seperti peningkatan profit dan petumbuhan usaha. 
Seperti yang dikemukakan oleh Suryana (2011), bahwa “Untuk menjadi wirausaha yang sukses harus memiliki ide atau visi bisnis (business vision) yang jelas, kemudian ada kemauan dan keberanian untuk menghadapi resiko baik waktu maupun uang”. Erliah (2007), mengatakan bahwa “Suatu usaha dikatakan berhasil di dalam usahanya apabila setelah jangka waktu tertentu usaha tersebut mengalami peningkatan baik dalam permodalan, skala usaha, hasil atau laba, jenis usaha atau pengelolaan”. Menurut Sony (2009), seseorang yang memiliki kewirausahaan tinggi dan digabung dengan kemampuan manajerial yang memadai akan menyebabkan dia sukses dalam usahanya. 
Selain dari laba, keberhasilan usaha dapat dilihat dari target yang dibuat oleh pengusaha. Hal ini seperti yang terungkap oleh Dalimunthe dalam Edi (2005), yang menyatakan bahwa kita dapat menganalisis keberhasilan usaha dengan mengetahui kinerja suatu perusahaan yang dapat dirumuskan melalui suatu perbandingan nilai yang dihasilkan perusahaan dengan nilai yang diharapkan dengan memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki. Kinerja perusahaan adalah output dari berbagai faktor di atas yang oleh karenanya ukuran ini menjadi sangat penting untuk mengetahui tingkat adaptabilitas bisnis dengan lingkungannya.
Kinerja usaha perlu dihubungkan dengan target perusahaan yang ditentukan oleh manajer pemilik usaha. Apapun targetnya, kinerja usaha merupakan tolok ukur untuk menilai seberapa besar tingkat pencapaian suatu target atau tujuan usaha. 
Menurut Ina (2009) mengemukakan bahwa “Keberhasilan usaha adalah permodalan sudah terpenuhi, penyaluran yang produktif dan tercapainya tujuan organisasi”. Algifari (2003) mengatakan bahwa “Keberhasilan usaha dapat dilihat dari efisiensi proses produksi yang dikelompokkan berdasarkan efisiensi secara teknis dan efisiensi secara ekonomis”.
Moch. Kohar Mudzakar dalam Ressa (2011) berpendapat bahwa, “Keberhasilan usaha adalah sesuatu keadaan yang menggambarkan lebih daripada yang lainnya yang sederajat/sekelasnya.”Henry (2007) mengemukakan bahwa “Keberhasilan usaha pada hakikatnya adalah keberhasilan dari bisnis mencapai tujuannya, suatu bisnis dikatakan berhasil bila mendapat laba, karena laba adalah tujuan dari seseorang melakukan bisnis”. 
Dwi (2003) mengemukakan bahwa “Keberhasilan usaha didefinisikan sebagai tingkat pencapaian hasil atau tujuan organisasi”. Menurut Albert Wijaya dalam Suryana (2011) yang mengemukakan bahwa “Faktor yang merupakan tujuan yang kritis dan menjadi ukuran dari keberhasilan suatu perusahaan adalah adalah laba”. Dan keberhasilan usaha menurut Dwi (2003) keberhasilan usaha yaitu usaha kecil berhasil karena wirausaha memiliki otak yang cerdas, yaitu kreatif, mengikuti perkembangan teknologi dan dapat menerapkan secara proaktif. Mereka juga memiliki energi yang melimpah serta dorongan dan kemampuan asertif.
Sehingga, dapat diketahui bahwa definisi keberhasilan usaha adalah keberhasilan dari bisnis mencapai tujuannya,dimana keberhasilan tersebut didapatkan dari wirausaha yang memiliki otak yang cerdas, yaitu kreatif, mengikuti perkembangan teknologi dan dapat menerapkan secara proaktif dan hal tersebut terlihat dari usaha dari wirausaha dimana suatu keadaan usahanya yang lebih baik dari periode sebelumnya dan menggambarkan lebih daripada yang lainnya yang sederajat atau sekelasnya, dapat dilihat dari efisiensi proses produksi yang dikelompokkan berdasarkan efisiensi secara teknis dan efisiensi secara ekonomis, target perusahaan yang ditentukan oleh manajer-pemilik usaha, permodalan, skala usaha, hasil atau laba, jenis usaha atau pengelolaan, kinerja keuangan, serta image perusahaan. 
Faktor-faktor yang mempengaruhi Keberhasilan Usaha 
Aliran adalah pemenuhan tujuan yang berasal dari dalam individu. Ini adalah bagian dari inti pusat atau esensi di mana orang-orang memiliki rasa yang mendalam siapa mereka, di mana mereka datang dari, dan di mana mereka akan pergi. Ini menyediakan sumber energi yang sangat besar dan arah yang memberi makna bagi kehidupan. 
Characteristics of flow summary in Kauanui, King Sandra (2010) : 
  1. Tujuan jelas dan umpan balik (Clear goals and feedback) 
  2. Tantangan keterampilan (Challenge skill) 
  3. Hilangnya ego (Loss of ego) 
  4. Fokus konsentrasi (Focused concentration) 
  5. Rasa kontrol (Sense of control) 
  6. Waktu distorsi (Time distortion) 
  7. Pengalaman autotelic (Autotelic experience) 
Aliran atau flow yang ada pada diri pengusaha memberikan pengaruh atas proses kewirausahaan yang dilakukan terutama dalam hal sikap yang dilakukan dalam mencapai keberhasilan usaha. 
Dimensi Keberhasilan Usaha 
Samir (2005) mengemukakan bahwa indikator dalam mengukur keberhasilan usaha atau kinerja organisasi, yaitu sebagai berikut : 
  1. Produktivitas, yang diukur melalui perubahan output kepada perubahan di semua faktor input (modal dan tenaga kerja). 
  2. Perubahan di tingkat kepegawaian (output, teknologi, cadangan modal, mekanisme penyesuaian, dan pengaruh terhadap perubahan status). 
  3. Rasio finansial (mengurangi biaya pegawai dan meningkatkan nilai tambah pegawai). 
Keberhasilan usaha diidentikkan dengan perkembangan perusahaan. Istilah itu diartikan sebagai suatu proses peningkatan kuantitas dari dimensi perusahaan. Perkembangan perusahaan adalah proses dalam pertambahan jumlah karyawan, peningkatan modal, dan lain-lain. 
Beberapa indikator dalam menentukan keberhasilan usaha menurut Henry (2007), adalah sebagai berikut : 
  • Laba (Profitability) 
Laba merupakan tujuan utama dari bisnis. Laba usaha adalah selisih antara pendapatan dengan biaya. 
  • Produktivitas dan Efisiensi 
Besar kecilnya produktivitas suatu usaha akan menentukan besar kecilnya produksi. Hal ini akan mempengaruhi besar kecilnya penjualan dan pada akhirnya menentukan besar kecilnya pendapatan, sehingga mempengaruhi besar kecilnya laba yang diperoleh. 
  • Daya Saing 
Daya saing adalah kemampuan atau ketangguhan dalam bersaing untuk merebut perhatian dan loyalitas konsumen. Suatu bisnis dapat dikatakan berhasil, bila dapat mengalahkan pesaing atau paling tidak masih bisa bertahan menghadapi pesaing. 
  • Kompetensi dan Etika Usaha 
Kompetensi merupakan akumulasi dari pengetahuan, hasil penelitian, dan pengalaman secara kuantitatif maupun kualitatif dalam bidangnya sehingga dapat menghasilkan inovasi sesuai dengan tuntutan zaman. 
  • Terbangunnya citra baik 
Citra baik perusahaan terbagi menjadi dua yaitu, trust internal dan trust external. Trust internal adalah amanah atau trust dari segenap orang yang ada dalam perusahaan. Sedangkan trust external adalah timbulnya rasa amanah atau percaya dari segenap stakeholder perusahaan, baik itu konsumen, pemasok, pemerintah, maupun masyarakat luas, bahkan juga pesaing. Indikator keberhasilan usaha menurut Dwi (2003), kriteria yang cukup signifikan untuk menentukan keberhasilan suatu usaha dapat dilihat dari : 
  1. Peningkatan dalam akumulasi modal atau peningkatan modal 
  2. Jumlah produksi 
  3. Jumlah pelanggan 
  4. Perluasan usaha 
  5. Perluasan daerah pemsaran 
  6. Perbaikan sarana fisik dan 
  7. Pendapatan usaha 
Adapun indikator keberhasilan usaha menurut Suryana (2003) keberhasilan usaha terdiri dari : 
  1. Modal 
  2. Pendapatan
  3. Volume Penjualan
  4. Output produksi 
  5. Tenaga Kerja
Dapat diketahui bahwa terdapat banyak pendapat dan pandangan mengenai dimensi keberhasilan usaha. Maka dimensi yang digunakan untuk penelitian ini menggunakanpendapat Dwi (2003) bahwa dimensi keberhasilan usaha yaitu diantarannya adalah Peningkatan dalam akumulasi modal atau peningkatan modal, Jumlah produksi, Jumlah pelanggan, Perluasan usaha, Perluasan daerah pemsaran, Perbaikan sarana fisik dan Pendapatan usaha. 

KD 3.18. Strategi Pemasaran

KD 3.18. Strategi Pemasaran
Kompetensi Dasar 
3.18.    Menyeleksi strategi pemasaran
4.18.    Melakukan pemasaran
Indikator 
3.18.1.  Mengidentifikasi Strategi Pemasaran
3.18.2.  Menganalisis Strategi Pemasaran
4.18.1.  Melakukan Pemasaran
Materi Pokok 
Strategi pemasaran yang Efisien 
Strategi pemasaran perusahaan merupakan hal yang cukup mempengaruhi sales atau penjualan suatu produk. Penjualan merupakan faktor penting agar perusahaan dapat tetap berdiri. Tanpa adanya penjualan atau sales, suatu perusahaan dapat mengalami kerugian karena minimnya sumber daya. 
Strategi Pemasaran Perusahaan 
  • Kenali Pelanggan 
Hal yang paling utama dalam melakukan pemasaran adalah riset pasar (research market). Dengan melakukan hal ini, anda dapat menemukan dan memilih segmentasi pasar yang tepat sehingga produk anda dapat bersaing dan berkembang pada pasar tersebut. 
  • Promosi 
Setelah melakukan riset pasar, maka langkah selajutnya adalah melakukan promosi. Usahakan promosi dilakukan dengan cara yang kreatif sehingga dapat membuat pelanggan tertarik. Jangan lupa untuk melakukan promosi secara konsisten dan berulang kali. Anda juga dapat melakukan promosi melalui media sosial. 
  • Memilih Tempat Usaha Strategis 
Pilihlah lokasi usaha yang strategis dan sesuai dengan hasil riset pasar yang anda lakukan sebelumnya. Selain lokasinya strategis, pastikan lokasi usaha Anda mudah dijangkau oleh konsumen. Pemilihan lokasi usaha yang strategis dan tepat merupakan strategi pemasaran yang dapat menjaring cukup banyak pelanggan. 
  • Menjalin Hubungan Baik dengan Pelanggan 
Pelanggan adalah aset yang cukup berharga bagi perusahaan. Oleh karena hal itu, berilah pelayanan terbaik untuk pelanggan anda. Jalinlah hubungan baik dengan konsumen dengan menanggapi saran atau keluhan mereka. Jangan ragu untuk memberikan diskon ataupun hadiah kepada pelanggan setia anda. Jika anda melakukan hal tersebut, tak menutup kemungkin pelanggan akan merekomendasikan produk anda kepada orang lain secara sukarela. 
  • Memanfaatkan Online/Internet Marketing 
Manfaatkanlah teknologi yang sudah ada dengan sebaik mungkin. Sebab, pemanfaatan teknologi secara optimal dapat menekan pengeluaran perusahaan. Salah satu metode internet marketing yang dapat Anda terapkan adalah SEO (Search Engine Optimization) ataupun SMO (Social Media Optimization). 
Strategi pemasaran untuk perkembangan usaha 
Marketing merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan ketika menjalankan sebuah usaha, baik usaha baru maupun usaha lama yang telah dirintis bertahun tahun lamanya. Sebelum menjalankan marketing, pertama kali yang harus dilakukan adalah menentukan konsep marketing serta strategi pemasaran yang efektif dalam menjual produk kita. 
Dengan banyaknya usaha kecil yang bermunculan saat ini, maka perlu adanya strategi pemasaran yang tepat agar dapat menarik minat para konsumen. Meskipun sulit, namun jika anda fokus dalam merencanakan strategi pemasaran tersebut, maka bukan tidak mungkin usaha kecil Anda dapat tumbuh berkembang menjadi besar.
Pada umumnya, usaha kecil mempunyai anggaran marketing yang terbilang kecil jika dibandingkan dengan usaha berskala besar. Dengan anggaran yang minim tersebut tentunya anda harus lebih kreatif dalam menentukan strategi pemasaran yang tepat.
Cara yang dapat anda lakukan dalam mengoptimalkan pemasaran meskipun dengan dana yang terbatas : 
  • Melakukan kerja sama dengan pengusaha atau rekan anda dalam pemasangan iklan seperti mengirimkan penawaran produk kepada para pelanggan atau memberikan potongan harga bagi pembelian paket tertentu. 
  • Memperkenalkan produk dan usaha anda melalui beberapa media gratis. Hal ini bertujuan untuk membantu pencarian para konsumen mengenai produk apa saja yang anda tawarkan, seperti publikasi melalui internet dengan melibatkan lingkungan yang berada di sekitar usaha Anda, dan lain-lain. 
Strategi Pemasaran yang Efektif 
Dalam menyusun strategi pemasaran untuk usaha kecil, anda perlu memperhatikan beberapa hal, antara lain yaitu : 
  • Konsistensi 
Konsistensi dibutuhkan pada semua area marketing. Tujuannya agar dapat membantu mengurangi biaya marketing serta meningkatkan efektivitas penciptaan merek. 
  • Perencanaan 
Dalam menjalankan konsep marketing untuk usaha kecil, maka perlu perencanaan yang matang agar memperoleh banyak pelanggan. Karena itu, luangkan waktu sebanyak mungkin untuk merencanakan strategi marketing yang efektif, anggaran marketing yang dibutuhkan, serta konsep-konsep lainnya agar usaha kecil Anda dapat berkembang dengan pesat. 
  • Strategi 
Strategi adalah dasar bagi kelanjutan kegiatan marketing yang telah direncanakan sebelumnya. Beberapa hal yang biasanya dibahas saat menyusun rencana strategi adalah siapa target pasar, bagaimana cara membidik pelanggan, serta bagaimana cara menjaga agar konsumen yang ada menjadi pelanggan tetap. 
  • Target Market 
Definisikan secara tepat pangsa pasar apa yang sedang dituju. Caranya dengan memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki. Hal ini bertujuan untuk memperjelas target pasar seperti apa yang ingin Anda masuki sehingga konsep marketing yang ingin Anda buat lebih mudah untuk dilaksanakan. 
  • Anggaran 
Ini merupakan bagian paling berat sebab membutuhkan tingkat keakuratan yang tepat dalam menghitung anggaran marketing yang dibutuhkan. Sebab dari anggaran yang telah dibuat tersebut, dapat menentukan berapa dana yang dibutuhkan untuk melakukan pemasaran. 
  • Marketing Mix 
Marketing mix pada umumnya dijelaskan sebagai produk, harga, tempat serta promosi. Sebagai pengusaha, tentunya Anda perlu memutuskan secara spesifik produk atau jasa, berapa harga yang sesuai, bagaimana dan dimana Anda akan mendistribusikan produk yang Anda butuhkan, serta bagaimana cara agar orang lain dapat mengetahui mengenai produk apa yang sedang Anda tawarkan. Anda juga dapat menggunakan jasa perusahaan digital marketing untuk memasarkan produk Anda.  
  • Website 
Sekarang ini, semua usaha bisnis membutuhkan website untuk memberikan informasi mengenai produk yang sedang Anda tawarkan, sebab hampir 60 persen konsumen yang datang mendapatkan informasinya melalui internet. 
  • Branding 
Branding merupakan proses yang menentukan apakah konsumen menerima produk dari perusahaan yang membuatnya. Usaha kecil tentunya membutuhkan brand, mulai dari gambar, logo serta produk unggulan yang dihasilkannya agar dapat dikenal oleh masyarakat sehingga semakin berkembang.  
  • SNS Operation 
SNS operation merupakan salah satu strategi yang menggunakan media sosial untuk melakukan promosi dan iklan. Melakukan hal ini cukup mudah, Anda hanya perlu membuat suatu akun media sosial dan melakukan promosi dengan konten yang menarik. Jika perlu gunakan juga media yang berbayar untuk meningkatkan tingkat kunjungan ke media sosial Anda, seperti Keyword Planner, Facebook Ads, Twitter Ads, Instagram Ads dan lain-lain. 
Jika Anda memerlukan bantuan untuk meningkatkan jumlah prospek atau konversi dengan menggunakan iklan, strategi pemasaran digital, pemasaran melalui media social, dll. Logique Digital Indonesia akan menyediakan layanan yang efektif bagi Anda dan perusahaan Anda. 
  • Customer Relationship Management 
Untuk dapat menciptakan konsumen yang loyal dan konsisten, tentu membutuhkan pengelolaan hubungan yang baik dengan para pelanggan. Anda tentunya tidak mau pelanggan Anda lari ke perusahaan lainnya. Karena itu, buatlah pengelolaan hubungan yang baik dengan pelanggan, seperti membuat kartu member khusus pelanggan dan memberikan potongan harga bagi para member tersebut. 
  • Mobile Marketing 
Dengan meningkatnya pengguna ponsel pintar dan tablet tentunya membuat pesan pemasaran dan konten untuk platform mobile merupakan suatu keharusan. Hal itu dikarenakan semakin banyaknya konsumen yang melihat konten, menerima email serta membeli produk menggunakan smartphone ini. 

Basis Data Untuk SMK Kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak

KONSEP BASIS DATA 1) Definisi Basis Data      Secara umum untuk menjelaskan tentang pengertian basis data dapat ditinjau dari dua sisi,p...